Bakal Ada Kampanye Tes HIV/AIDS di Hajat Laut Rancabuaya

GosipGarut.com — Nelayan Pantai Rancabuaya akan menggelar acara tasyakur hajat laut pada Selasa 2 Oktober 2018. Bersamaan dengan acara tersebut, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Garut bersama Puskesmas Sukarame, Kecamatan Caringin, akan menggelar kegiatan kampanye tes HIV/AIDS sebagai bentuk langkah nyata dalam mencegah penularan HIV/AIDS di kawasan wisata itu.

Selain pada hari Selasa, kegiatan kampanye tes HIV/AIDS itu juga akan diselenggarakan sampai keesokan harinya, Rabu 3 Oktober 2018. Ketua KPA Kabupaten Garut, dr Helmi Budiman mengatakan, jumlah peserta yang akan terlibat pada kegiatan tersebut mencapai 105 orang. Dengan rincian, pada hari pertama diikuti oleh 43 peserta dan di hari kedua sebanyak 47 peserta.

Baca Juga:  Anda Sering Melakukan Onani? Inilah Empat Dampak Buruknya

“Para peserta terdiri dari kader pos yandu, kader kesehatan Puskesmas Sukarame, dan komunitas dari populasi kunci. Itu peserta yang akan terlibat pada kegiatan hari pertama, dengan jenis kegiatan yakni konseling dan dan tes HIV gratis,” kata Helmi.

Ia menambahkan, peserta yang akan terlibat di hari kedua adalah unsur masyarakat, yaitu tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Kemudian dari Kecamatan Caringin, Koramil Caringin, Polsek Caringin, Desa Purbayani, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk.

“Jenis kegiatan di hari kedua juga masih sama seperti di hari pertama, konseling dan tes HIV gratis. Sementara para konselor HIV dan laboratorium yang dilibatkan yaitu dari Puskesmas Sukarame, KPA Kabupaten Garut, dan PKBI,” ujar Helmi.

Baca Juga:  Naskah Resolusi Milenial KPA untuk Siswa SMA/SMK Garut

Menurut Wakil Bupati Garut ini, tes HIV adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah tubuh pasien terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV) yang merupakan penyebab AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). Tes HIV dapat memberikan beberapa manfaat bagi pasien. Manfaat paling penting, ialah menghilangkan kegelisahan pasien tentang status mereka yang belum diketahui.

“Tes ini juga dapat memberikan panduan dasar bagi pasien dan dokter, yang dapat digunakan untuk memberikan perawatan secara keseluruhan yang tepat bagi pasien,” kata Helmi.

Pasien yang mendapatkan hasil tes yang negatif, dijelaskan Ketua KPA Garut itu, akan mendapatkan informasi untuk melindungi diri mereka dan memilih perilaku yang dapat mencegah terjadinya infeksi di masa mendatang. “Sedangkan pasien yang mendapatkan hasil yang positif, akan mendapatkan informasi, perawatan, dukungan, konseling, dan pengobatan untuk menangani gejala yang mereka alami,” ujar dia. ***

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda