Sejak Nyaleg, Guru Honorer di Garut Selatan Ini Kerap Kunjungi Acara Pengajian

NAMA Lilis Rosnawati (36 tahun), selama ini banyak orang mengenalnya sebagai guru honorer di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Singajaya 3, Garut Selatan. Hari-harinya cukup disibukan dengan urusan mengajar siswa. Terlebih lagi, selain sebagai guru honorer, ia juga adalah pengelola salah satu lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Jadi, tak heran jika hidup Lilis memang untuk mengabdi pada dunia pendidikan.

“Itu dulu, sebelum saya punya kesibukan lain, bisa disebutkan aktivitas hari-hari saya memang hanya di dalam kelas dan mengajar. Tetapi, setelah saya ikut nyaleg (jadi calon anggota legislatif), jujur saja, aktivitas di dalam kelas jadi sering terganggu karena banyak malakukan kegiatan lain yang berhubungan dengan pencalegan,” aku Lilis, Kamis (6/9/2018).

Wanita berparas cantik dan ramah ini menambahkan, sejak dia terdaftar menjadi caleg periode 2019 – 2024 untuk anggota DPRD Garut dari Partai Hanura, seolah menemukan dunia baru dalam hidupnya. Lilis dipaksa harus melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan, seperti mengikuti kegiatan partai dan bersilaturahmi kepada masyarakat.

Baca Juga:  Ayi Suryana Ikut Nyaleg Karena Ingin Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat

“Contohnya, sekarang saya jadi sering mengunjungi acara pengajian di masjid-masjid. Jadi ada aktivitas baru di samping mengajar. Selain mengunjungi acara pengajian, saya pun kerap mengunjungi acara lainnya yang digelar warga,” kata wanita yang ikut nyaleg karena beralasan peluang untuk menjadi guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) sudah cukup sulit baginya.

Sebab, jelas dia, usianya yang kini sudah menginjak angka 36 tidak bisa mengikuti pendaftaran CPNS dari jalur umum yang mensyaratkan usia maksimal adalah 35 tahun. “Saya juga tidak terdaftar dalam guru honorer berkualifikasi katagori dua (K-2), di mana guru honorer berkualifikasi itu bisa diangkat secara otomatis jadi PNS,” ujar Lilis.

Baca Juga:  Musisi Yuke Sampurna: Garut Alami Krisis Figur Pemimpin

Dia memang bukan satu-satunya wanita yang dipercaya Partai Hanura untuk nyaleg dari daerah pemilihan (Dapil) Garut IV. Namun ada lagi beberapa orang caleg wanita yang siap berkontestasi dengan Lilis Rosnawati di Dapil yang meliputi Kecamatan Peundeuy, Singajaya, Banjarwangi, Cihurip, Cikajang, Cisurupan, Sukaresmi, dan Bayongbong itu.

Dan, di antara sejumlah caleg wanita di Dapil Garut IV, hanya Lilis Rosnawati lah yang boleh dibilang paling getol melakukan silaturahmi dan berkunjung kepada warga, khususnya di Kecamatan Singajaya, Peundeuy, dan Banjarwangi. Sehingga, apa yang dijelaskan tadi, karena rajin blusukan tersebut, aktivitas mengajar siswa jadi kerap terganggu.

“Untung saja saya sudah minta izin dan bicara kepada kepala sekolah bahwa saya akan sering bolos mengajar. Bahkan pihak UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Pendidikan Singajaya pun sudah mafhum, di mana saya pernah memberitahukan akan total dengan pencalegan meski resikonya harus mundur dari guru honorer,” jelas Lilis seraya mengatakan, kalau mengajar di PAUD masih berjalan normal tiap hari.

Baca Juga:  Dipilih Secara Aklamasi, Rektor Uniga Jadi Ketua KONI Garut

Pasalnya, tambah dia, kegiatan mengajar di PAUD berlangsung pada pagi hari. Jadi, sebelum melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pencalegan, Lilis mengajar dulu di PAUD. “Rata-rata sampai pukul 10.00, setelah itu beraktivitas di luar yang berhubungan dengan pencalegan. Kalau tidak bersilaturahmi dengan warga, paling mengikuti kegiatan partai,” ucap Lilis. ***

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda