Sulit Jadi PNS, Guru Sukwan Ini Ikut Nyaleg Untuk DPRD Garut

USIANYA sudah 36 tahun. Bagi Lilis Rosnawati, yang saat ini tercatat sebagai guru sukwan di SDN 3 Singajaya, kecil kemungkinan untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Sebab, dengan usia itu, Lilis sudah melewati batas usia maksimal untuk mendaftar menjadi calon PNS dari jalur umum yang mematok usia di angka 35.

Harapan lainnya, yakni diangkat PNS secara otomatis karena masuk dalam deretan guru sukwan berkatagori kualifikasi dua (K-2) juga pupus sudah. Lantaran Lilis tidak punya modal itu. Status guru sukwan berparas cantik lulusan S-1 Universitas Terbuka (UT) ini hanya merupakan guru sukwan biasa, bukan katagori K-2.

“Padahal, khusus dalam dunia pendidikan, saya ingin sekali berperan lebih dari sebagai guru sukwan. Saya ingin memajukan bidang pendidikan, khususnya di daerah saya, dengan kapasitas yang saya miliki. Tetapi saya tidak ingin hanya dengan jalan mengajar anak di dalam kelas saja, melainkan berperan dalam aksi yang lebih besar lagi,” kata Lilis saat dihubungi GosipGarut.com, Sabtu (18/8/2018).

Baca Juga:  Ayi Suryana Ikut Nyaleg Karena Ingin Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat

Ia berpendapat, harapannya untuk ikut memajukan bidang pendidikan tersebut bisa direngkuh apabila memiliki karier moncer sebagai PNS atau aparatur sipil negara/ASN yang memiliki peran sebagai eksekutor. Selain menjadi PNS, harapan besar itu bisa diwujudkan juga apabila menjadi anggota legislatif dengan fungsi budgeting dan legislasinya.

“Maka, ketika ada tawaran dari Partai Hanura untuk jadi calon anggota legislatif (Caleg) di DPRD Kabupaten Garut, saya tidak mensia-siakan kesempatan itu. Tawaran untuk nyaleg saya terima. Dan, sesuai dengan tempat tinggal, saya pun nyaleg dari daerah pemilihan (Dapil) IV,” ujar ibu tiga anak yang mengaku terjun ke dunia politik ini belum begitu lama.

“Kenapa saya nyaleg dari Partai Hanura? Karena saya ini anak ‘kolong’ (anak pensiunan tentara),” tambah warga yang tinggal di Kampung Pameungpeuk, Desa/Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut ini.

Baca Juga:  Dani, Anggota DPRD Garut yang Peduli Sarana Infrastruktur dan Keagamaan

Lilis optimis akan mendulang suara pemilih cukup banyak pada pemilihan legislatif (Pileg) tanggal 17 April 2019 nanti. Karena diakuinya ia memiliki basis massa potensial di Kecamatan Singajaya dan Peundeuy. Selain punya basis massa itu, Lilis juga punya jaringan cukup solid antar guru SD dan Pendidikan Usia Dini (PAUD).

Yang lainnya, ia akan menggunakan jaringan keluarga. “Di Desa Peundeuy sosialisasi gencar belum saya lakukan. Di sana saya baru menggunakan jaringan keluarga. Alhamdulillah mereka kompak mendukung,” terang Lilis.

Ia menegaskan, terjun menjadi caleg itu dengan sebuah cita-cita besar, yakni ingin ikut membangun dan mensejahterakan masyarakat terutama di bidang pendidikan. Maka, Lilis akan berikhtiar sekuat tenaga untuk menang dan meraih kursi di Pileg nanti. “Kun fayakun. Kalau dikehendaki jadi, maka jadilah.”

Baca Juga:  Dipilih Secara Aklamasi, Rektor Uniga Jadi Ketua KONI Garut

Tapi bagaimana jika tidak menang dan tidak meraih kursi legislatif? “Ya… back to basic lah. Saya pasti kembali menjadi guru sukwan lagi. Kita wajib berikhtiar, soal hasil adalah urusan Alloh,” kata Lilis Rosnawati. ***

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda