Minta Digelar Rapimnas, Golkar Jabar Dorong Airlangga Jadi Cawapres Jokowi

GosipGarut.com — DPD Partai Golkar Jawa Barat meminta DPP Partai Golkar segera menggelar rapat pimpinan nasional (Rapimnas) untuk mendorong Airlangga Hartarto agar menjadi calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden 2019.

“Per hari ini, kami akan mengirimkan surat ke DPP Partai Golkar untuk segera menggelar rapimnas,” kata Ketua Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, Rabu (4/7/2018).

Menurut dia rapimnas perlu segera digelar untuk menghadapi Pemilihan Presiden 2019 yang berbarengan dengan Pemilu Legislatif. “Hal ini jelas berimplikasi pada pemilih,” kata Dedi.

Sebagai partai terbesar kedua yang memiliki 14 persen kursi di DPR RI, ia menilai Partai Golkar memiliki peran strategis dan hak untuk mencalonkan ketua umumnya untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

Baca Juga:  Pilkada Jabar Akan Menyediakan 10 Persen TPS Bagi Kaum Disabilitas?

Menurut Dedi akan menjadi sebuah ironi apabila partai tersebut tidak memiliki hak untuk menyodorkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai cawapres. “Ketua Umum Partai Golkar paling logis dan layak jadi cawapres,” ujarnya.

Sosok Airlangga dinilai bisa menjaga muruah dan simbol partai sehingga sangat layak jika Partai Golkar memprioritaskan Airlangga untuk diusung sebagai cawapres pada Pilpres 2019.

“Cawapres menjadi keharusan. Karena itu, Golkar harus segera rapimnas. Latar belakang ekonomi dan posisinya sebagai ketua umum sudah cukup bagi Mas Airlangga untuk maju dan bersaing dengan para ketua umum partai yang merupakan koalisi Jokowi,” kata Dedi.

Ia mengatakan pengusungan Airlangga dalam Rapimnas sangat penting bagi konsolidasi partai usai Pilkada. “Jadi, apabila Mas Airlangga diusung, ini akan melahirkan spirit bagi kader Partai Golkar,” lanjut dia.

Baca Juga:  Jabar Merupakan Daerah "Panas" Terkait Konflik Pilkada

Selain itu, lanjut Dedi, rapimnas juga dinilai penting guna mengevaluasi dan mengonsolidasi ulang kekuatan partai berkaca dari hasil Pilkada Serentak 2018 yang melahirkan kejutan.

“Partai Golkar harus mempelajari dan menghitung ulang sejumlah strategi guna mempertahankan posisi kursi di DPR. Ada perkembangan yang harus disikapi mitra koalisi Jokowi termasuk oleh Golkar,” katanya. ***

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda