Pengusaha Ladu Malangbong Mengeluh, Penjualan Turun Drastis

GosipGarut.com — Sejumlah pengusaha/pengrajin penganan ladu yang merupakan kuliner khas Malangbong, Kabupaten Garut, mengeluhkan menurunnya tingkat penjualan ladu pada Ramadhan tahun ini.

Kelesuan penjualan penganan berbahan dasar ketan tersebut bahkan mencapai lebih lima puluh persen dibandingkan Ramadhan sebelumnya. Sehingga para pengusaha terpaksa membatasi produksi.

“Ramadhan sekarang, ada penurunan (transaksi penjualan) signifikan. Jadi, kita pun membuatnya selang sehari. Sehari berproduksi, dan sehari tidak,” kata Ny.Imas salah satu pengusaha ladu “Ladu Nikmat” di Malangbong.

Dia menyebutkan, biasanya satu kali produksi ladu mencapai sebanyak 8.000 bungkus dengan harga dipatok Rp1000 per bungkus. Bahan baku ketan dihabiskan sekali produksi mencapai sekitar 13 kilogram. Namun kini, dia hanya memroduksi sebanyak 1.600 bungkus.

Baca Juga:  Malam Minggu Tiba, Sate Mang Dedi Kembali Diserbu Pembeli

Kendati berbahan dasar sama dari ketan, ladu malangbong berbeda dengan penganan khas Garut lainnya yakni dodol garut. Ladu malangbong lebih mirip dengan penganan khas Jawa Tengah jenang. Bedanya, ladu malangbong rasanya lebih manis, dan “peungkeur”/padat. Teksturnya pun tidak lengket seperti jenang.

Ladu malangbong biasanya dijual dalam kemasan dengan isi satu kemasan terdapat 10 stik ladu. Masing-masing stik ladu dikemas lagi dengan kertas wajit yang diberi label. Tersedia juga ladu yang dijual satuan stik dengan ukuran agak besar. (IK/FJ)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda