Tes CPNS Juli Mendatang, Kabar Buruk Bagi Honorer Berusia di Atas 35 Tahun

BERGEMBIRALAH bagi warga yang berniat meniti karir menjadi aparatur sipil negara/pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Pasalnya, pada bulan Juli mendatang Pemkab akan membuka seleksi tes calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Namun tidak demikian bagi kalangan pegawai honorer/tenaga kerja kontrak (TKK) yang sudah menginjak usia 35 tahun lebih. Kabar dibukanya tes CPNS itu bukan merupakan kabar baik, karena mereka tidak bisa mengikuti tes yang diperuntukkan bagi mereka yang berusia maksimal 35 tahun tersebut.

Dilansir Inilahkoran, para TKK yang hampir dipastikan gagal menjadi PNS melalui jalur tes CPNS tersebut paling banyak dari kalangan tenaga pengajar/guru/tenaga kependidikan.

“Seleksi CPNS untuk guru dengan syarat harus berusia di bawah 35 tahun, itu sama halnya pemerintah tak menghargai keberadaan kami para tenaga honorer. Kiranya, guru yang sudah lama menjadi tenaga honorer akan diprioritaskan diangkat menjadi PNS, namun justeru dibuang,” keluh salah seorang guru honorer berusia 45 tahun yang mengaku sudah mengabdi sebagai guru honorer selama 25 tahun.

Baca Juga:  Niat Hendak Buka Akses Wisata, yang Ditemukan Pecahan Candi Kuno

Dia berharap para guru honorer diberi kesempatan mengikuti CPNS. Apalagi menjadi PNS merupakan harapan mereka sejak lama.

Ketua Forum Asosiasi Guru Karyawan (Fagar) Garut Cecep Kurniadi pun menyayangkan adanya aturan yang membatasi peluang tenaga honorer berusia di atas 35 tahun mengikuti tes CPNS itu. Dia menilai hal tersebut mencerminkan tidak adanya penghargaan pemerintah terhadap jasa pengabdian para guru honorer dalam turut serta mencerdaskan generasi bangsa selama ini.

“Pemerintah tidak menghargai pengabdian mereka yang sudah lama. Bahkan ada yang sudah mengabdi sampai 30 tahun. Sekarang usia mereka sudah lanjut, mana penghargaan dari pemerintah? ” ujarnya.

Menurut Cecep, sama halnya dengan para PNS, para tenaga honorer pun sama-sama sudah menjalakan undang undang mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut memberikan kontribusi besar kepada pemerintah.

Baca Juga:  PT Noorabika Semakin Ekspansif, Kini Buka Kantor Cabang di Garut

“Lihat saja ke lapangan. Sekarang ini kekurangan guru begitu besar. Di Garut saja (kekurangan guru) sampai 9.000-an, mulai tingkat SD sampai SMP. Coba bayangkan, kalau mereka tidak ada, lalu siapa yang mengisi di kelas? Bagaimana jadinya dunia pendidikan, khususnya di Garut?” kata Cecep.

Dia mengatakan, semestinya pemerintah membuat solusi terhadap persoalan tersebut. Walaupun secara aturan dalam UU ASN tidak ada tentang TKK/honorer, setidaknya ada upaya dari pemerintah daerah bagaimana caranya para honorer yang berusia 35 tahun ke atas bisa terakomodir.

“Jangan sekedar mengusulkan! Tapi harus ada upaya supaya pemerintah pusat bisa memahami tentang kondisi yang ada di bawah atau di daerah seperti di Garut ini,” ingatnya.

Baca Juga:  KIP di Garut Dikeluhkan Orangtua Siswa, Ada yang Hilang Entah Kemana

Terpisah, Penjabat Sekretaris Daerah Garut Uu Saepudin mengatakan, Pemkab Garut akan membuka seleksi CPNS pada Juli mendatang, menyusul adanya kepastian dari beberapa kali komunikasi Pemkab/Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Garut dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Formasi CPNS melalui jalur umum tersebut diutamakan bagi tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan dengan usia masih di bawah 35 tahun.

“Kalau realisasi terkait jumlah atau kuota CPNS untuk Kabupaten Garut, saya juga kurang tahu, karena saat ini masih dalam proses.Yang pasti, pengadaan CPNS itu diperkirakan bulan Juli. Itu kan hasil benerapa kali komunikasi. Siapapun boleh ikut mendaftar, baik dari umum, honorer, maupun lainnya. Tetapi usianya masih di bawah 35 tahun.,” ujar Uu. ***

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda