Jalan Jelek, Pelaksanaan USBN di SDN Dano 2 Terhambat

GosipGarut.com — Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Dano 2 di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut terhambat mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Tahun 2018. Karena, jalan menuju sekolah tersebut kondisinya cukup memprihatinkan.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Leles, H. Koko Supriadi menjelaskan, pelaksanaan USBN di SD Dano 2 akan digabung dengan SD Dano 1. Dia menuturkan, jarak tempuh dari ibu kota Kecamatan Leles menuju SD itu sejauh 15 Km dan berbatasan dengan Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Sekarang, kondisi jalan menuju SD Dano 2 hanya berupa bebatuan berbagai ukuran. Alasan USBN SD tersebut dipindah atau digabungkan dengan SD Dano 1, semata-mata untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, ada keterlambatan pendistribusian soal atau sulitnya transportasi bagi siswa, guru, atau pengawas.

Baca Juga:  Astaga... Mahalnya Harga Buah Ciplukan atau Cecendet, Berapa?

“Semua siswa setiap hari akan diangkut menggunakan kendaraan truk yang disediakan sekolah,” kata Koko. Sedangkan bagi siswa yang memiliki sanak saudara yang berdekatan dengan lokasi SD Dano 1, dianjurkan untuk nginep di sana.

Adapun jumlah siswanya, yakni sebanyak 32 orang dan jarak tempuh dari SD Dano 1 ke SD Dano 2 sekitar 6 Km dengan kondisi jalan hancur. Memang dari Kecamatan Leles menuju Desa Dano sekarang ini sebagian jalan sedang diperbaiki.

Menurut Koko, pemindahan pelaksanaan USBN itu, telah dimusyawarahkan bersama. Pelaksanaan USBN sekolah dasar sendiri dilaksanakan serentak selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (3-5/5/2018) dengan mata pelajaran yang di-USBN-kan sebanyak tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.

Baca Juga:  Tak Ada Dana, UNBK SMP di Garut Akan Dilaksanakan Bertahap

Sedangkan mata pelajaran lainnya dibuat dari Dinas Pendidikan Kabupaten. Lembaran soal dan jawaban dari pusat datang langsung ke titik bongkar di kantor Disdik Garut, lalu didistribusikan ke rayon-rayon selanjutnya dikirimkan lagi pada saat pelaksanaan ke setiap sekolah-sekolah, yang tentunya juga dijaga aparat kepolisian.

Adapun jumlah sekolah di Kec. Leles sebanyak 46 SD Negeri dan dua SD Swasta. “Saya rasa kendala yang lain tidak ada karena semua teknik pelaksanaan sudah disiapkan sejak lama,” kata Koko.

Untuk guru kelas VI, kata dia, tidak dilibatkan dalam tugas pengawas karena untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. “Pelaksanaan tidak ada perbedaan yang signifikan jika dibandingkan dari tahun sebelumnya,” ujarnya. (Dindin Herdiana)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda