Anggaran Pendidikan di Jawa Barat Naik Menjadi Rp 1,9 Triliun

GosipGarut.com — Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, anggaran pendidikan di Jawa Barat mengalami kenaikan. Jika pada tahun 2017 lalu anggaran pendidikan Rp1,7 triliun, maka pada tahun 2018 naik menjadi Rp1,9 triliun.

“Saya sebut tambahan pada anggaran tahun ini yaitu sejumlah Rp1,9 triliun. Nantinya dana tersebut akan digunakan untuk dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS), tunjungan guru, serta kenaikan honor para guru honorer,” kata Ahmad Heryawan dalam siaran persnya, Minggu (4/3/2018).

Sejak 1 Januari 2017, SMA/SMK di Jawa Barat dikelola Provinsi dan dengan dipegang oleh Pemerintah Provinsi, maka pihaknya akan terus meningkatkan kualitas siswa dan kualitas pengajar serta fasilitas akan terus kita tingkatkan, agar pendidikan di Jawa Barat ini semakin maju.

Baca Juga:  Hebat Euy...! SMAN 18 Garut Borong Medali Jakarta KTC8

Selain itu, Aher juga menginginkan tingkat pendidikan yang dikelola oleh Kabupaten/Kota seperti SD, SMP, serta Kemenag yang mengembangkan Ibtidaiyah, Tsanawiah, dan Aliyah di Jawa Barat, juga mengedepankan kemajuan.

Adapun jumlah SMA/SMK Negeri di Jawa Barat saat ini ada sekitar 800, dan Swasta ada sekitar 3000 sekolah. Gubernur Aher berharap hadirnya suatu sekolah yang ramah anak. Sehingga sekolah, bisa menjadi rumah kedua bagi para pelajar.

“Kita punya jargon, sekolah adalah rumah kedua. Saat siswa berada di rumah nyaman, begitu pun di sekolah. Di rumah ada orang tua yang sayang, begitu pun guru dan kepala sekolah seperti itu,” kata dia.

Maka dari itu, Aher meminta para guru untuk mengajar dengar ramah karena menurutnya, sudah tak jaman lagi ada guru yang mengajar dengan cemberut atau marah-marah. Untuk ke depan, perlu dibangun sebuah sekolah dengan suasana yang penuh cinta dan kasih, sebagai rumah besar yang dihuni guru dan murid.

Baca Juga:  Tenun Garut Masih Belum Setenar Batik Garutan

“Keluh kesah para pelajar, tidak harus terfokus pada Guru Bimbingan Konseling (BK). Tapi guru lain termasuk kepala sekolah memiliki fungsi sebagai layaknya Guru BK. Anak-anak yang galau mau curhat harus difasilitasi. Jangan sampai mereka salah curhat dan malah terjerumus narkoba,” kata Aher. ***

Ditandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda