Nalar Keliru Rencana Pendirian Pabrik Sepatu di Cijolang Limbangan

SEJAK tahun 2015 rencana pendirian pabrik sepatu di Cijolang, Kecamatan Blubur Limbangan, Kabupaten Garut, terus menjadi bahan perbincangan di tengah warga Cijolang dengan beragam gosip dan isu yang mengiringinya. Perbincangannya itu berlangsung fluktuatif, kadang naik tensinya, kadang turun, tergantung progress dari rencana pendirian pabrik tersebut.

Mulai dari pembebasan tanah hingga pemindahan kuburan; dari gerakan penolakan hingga intimidasi persetujuan, dengan berbagai spekulasi yang berkembang. Isu ini terus menggelinding bak bola liar hingga hari ini. Kini, permasalahan pabrik di Cijolang telah menjadi perbincangan hingga tingkat kabupaten bahkan telah sampai ke tingkat nasional.

Adalah GM PeDe (Gerakan Masyarakat Peduli Desa), sebuah wadah dadakan yang diinisiasi oleh sebagian warga yang selama ini cuma ngaloghatan, mencangkul, dan bekerja serabutan, terus berjuang tanpa pamrih melakukan gerakan massif. GM PeDe yang merasa sendirian dalam aksinya, mendapat dukungan yang lebih luas baik secara personal maupun secara kelembagaan.

Secara personal, warga Desa Cijolang, tokoh, ustadz, dan kiai, yang selama ini diam, mulai tersadarkan dan bangkit melakukan penolakan. Dukungan juga semakin luas dari warga dan tokoh-tokoh masyarakat di luar Cijolang. Di medsos (FB, Grup WA, dll.), secara personal, banyak yang mengapresiasi aksi penolakan dan dengan keras menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana pendirian pabrik, khususnya, di Cijolang.

Baca Juga:  Guru Honorer Berusia di Bawah 35 Tahun yang Akan Diangkat PNS

Secara kelembagaan, Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KLPHI) yang digawangi oleh Roni Faisal Adam terus mengumandangkan “Save Cijolang”; Ikatan Alumni Pesantren Pulosari yang diketuai Prof. Dr. Adang Hambali yang ingin menyelamatkan tradisi pesantren, Paguyuban Masyarakat Garut Utara, pimpinan H. Holil Aksan Umar Zein yang konsisten menjaga tanah karuhun.

Kemudian, para aktivis kaum sarungan yang tergabung dalam Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumberdaya Alam (FNKSDA) yang digawangi Muhammad Al-Fayyad, lulusan filsafat Sorbone University, Perancis; MUI dan BPD Desa Cijolang, Aliansi Limbangan dibawah komando “watch dog narkoba” Denden Amirulloh, P3L di bawah komando sang idealis H. Basyar; dan lembaga-lembaga lainnya serta beberapa pesantren di Limbangan.

Nalar keliru

Banyak argumen yang bisa dikemukakan untuk penolakan pabrik di Cijolang. Tetapi dalam tulisan ini, kami akan mengemukakan argumen negatif atau kontra argumen terhadap argumen yang dikemukakan oleh pemerintah dan mereka yang pro pabrik.

Satu-satunya alasan klise yang dikemukakan oleh pro pabrik adalah menyerap pengangguran dan peningkatan ekonomi warga. Semua orang sepakat dengan argumen ini. Tetapi pemerintah Kabupaten Garut tidak pernah merilis berapa angka pengangguran yang bisa dikurangi ketika pabrik di Cijolang berdiri?

Berapa jumlah pengangguran di Kabupaten Garut? Berapa pengangguran yang bisa diserap? Berapa angka pengangguran di Kecamatan Limbangan? Lebih khusus lagi berapa jumlah angka pengangguran di Cijolang? Apakah ada jaminan bahwa semua buruh yang diserap adalah warga Garut, warga Limbangan, warga Cijolang?

Baca Juga:  Dibutuhkan Masyarakat, Transportasi Daring di Jabar Tidak Bisa Dibendung

Kalau alasan pabrik adalah semata-mata soal ekonomi, maka warga Cijolang jelas yang paling dirugikan. Berapa sih jumlah penganguran yang ada di Desa Cijolang? Hanya sebagian kecil efek pabrik yang bisa dinikmati oleh warga Cijolang, yaitu (jika ada) warga yang menjadi buruh dan efek ekonomi, seperti orang yang berjualan di pinggir jalan. Itu pun kalau warga Cijolang mau menjadi buruh pabrik.

Dalam perspektif lokal, karakteristik mayoritas warga Cijolang adalah karakteristik agraris: bertani, berkebun, dan sebagian nyaba ke kota berjualan. Sulit sekali warga Cijolang memasuki dunia kerja yang akan memaksa mereka melepaskan setengah kemerdekaannya.

Apalagi kalau dilihat dari kualifikasi SDM warga Cijolang itu sendiri yang secara akademik mayoritas bukan lulusan sekolah tingkat menengah atas. Dari perspektif ekonomi itu sendiri, sesungguhnya, pendirian pabrik di Cijolang tidak terlalu signifikan.

Dalam perspektif lebih luas, memandang pabrik hanya dilihat dari perspektif ekonomi semata-mata bukan hanya tidak fair, tetapi juga sangat berbahaya. Cara berpikir ini akan menafikan aspek sosial, agama, budaya, pendidikan, dll. Dalam perspektif ekologis, lingkungan dan makhluk-makhluk lain yang berada di lokasi juga punya hak untuk menikmati hak hidupnya, sumber air bersih, selokan, dan sungai akan terganggu.

Baca Juga:  Peneliti MAPAG Juga Kritisi Rencana Perluasan TWA di Garut

Solusi

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Cijolang, khususnya, dan warga Garut pada umumnya, tidak mesti harus dengan pabrik. Melihat kondisi geografis, sosial, kultural Desa Cijolang dan kondisi masyarakatnya, pemerintah semestinya melakukan industrialisasi (tidak identik dengan pabrikisasi) pertanian, peternakan, perikanan, bahkan bisa “industri pendidikan”.

Menurut saya, dalam jangka panjang, keberadaan pabrik di Cijolang bukan mensejahterakan masyarakat, justru malah memiskinkan warga dalam jangka panjang.

Lebih dari itu, dalam perspektif idealistik, hidup manusia tidak semata-mata soal kesejahteraan material, melainkan juga soal keseimbangan moral, emosional, dan spiritual untuk generasi mendatang, yang tidak bisa dikuantifikasi secara material dan tidak bisa “diuangkan.”

Ironisnya, mereka yang pro pabrik menjadikan ekonomi sebagai alasan pendirian pabrik, tetapi mereka tidak menghitung kerugian-kerugian atau dampak-dampak negatif lainnya secara ekonomi juga.

Jadi persoalannya bukan soal pro atau kontra, tapi soal layak atau tidak layak. Daf’u al-mafasid muqoddamun ‘ala jalbi al-mashalih. Tindakan preventif jauh lebih baik daripada tindakan refresif. Sedia payung sebelum hujan. Agar jangan menyesal kemudian. (Imron Abdul Rojak, Ketua GM PeDe)

Ditandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda