Baznas dan ASN Garut Setuju Rencana Penarikan Zakat 2,5 Persen

GosipGarut.com — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut menyambut baik rencana pemerintah pusat melalui Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang sedang menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait zakat sebesar 2,5 persen dari gaji ASN muslim. Baznas menilai hal tersebut sangat positif jika diimplementasikan.

“Seandainya itu disepakati tentunya saya selaku Ketua Baznas Garut merasa bahagia. Sebab, dengan diberlakukannya Perpres tersebut pemasukan zakat dari ASN Garut yang selama ini masih kecil, pastinya akan terjadi peningkatan,” kata Ketua Baznas Kabupaten Garut, Raden Aas Kosasih, Senin (12/2/2018).

Menurut dia, potensi zakat dari ASN Garut per tahunnya mencapai Rp 50 miliar. Kalau dibagi 12 bulan berarti Rp 4,8 miliar per bulannya. Sementara sekarang, zakat ASN yang masuk baru berkisar Rp 250 juta sampai Rp 300 juta per bulan. “Saya mendorong penguatan Inpres nomor 3 tahun 2014 tentang optimalisasi zakat profesi di lingkungan lembaga pemerintahan untuk pemotongan langsung,” ujar Aas.

Baca Juga:  Diikuti 337 Peserta, SMKN 4 Garut Gelar Kejuaraan Karate 2018

Ia mengatakan, di sejumlah negara yang mayoritas muslim sudah melaksanakan konsep pemotongan zakat dari gaji pegawai negara. Dari konsep tersebut, tegas Aas, akan memberi dampak positif baik bagi pemberi zakat maupun penerima zakat nantinya. “Dampak positif dari pemberlakuan Perpres ini, akan banyak masyarakat yang terbantu. Kami akan bekerja sama dengan SKPD sebagai leading sektornya,” tutur dia.

Seperti belum lama ini, ada bantuan roda bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM. Kemudian Baznas Garut akan bekerjasama dengan Disnakertrans, Dinas Sosial. “Kami pun tentu akan bekerjasama dengan Bappeda untuk bassis data terpadu kemiskinan. Kami berterima kasih kepada ASN yang sudah rutin berzakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Hebat Euy...! SMAN 18 Garut Borong Medali Jakarta KTC8

Sementara itu, sejumlah PNS/ASN Pemkab Garut mengaku, tidak keberatan jika nantinya wacana pemotongan gaji sebesar 2,5 persen untuk zakat akan ditetapkan. Menurut mereka, hal tersebut merupakan bagian dari ibadah sebagai Muslim.

“Kalau itu diterapkan terus terang saja kami setuju saja, gak apa-apa justru semakin memudahkan kami berzakat. Itu juga kan ibadah, zakat termasuk rukun Islam. Dari pada potongan-potongan yang tak bermamfaat lebih baik dipotong untuk zakat saja,” ujarnya. (Dindin Herdiana)

Ditandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda