Tak Ada Dana, UNBK SMP di Garut Akan Dilaksanakan Bertahap

GosipGarut.com — Penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Garut tidak akan terlaksana secara menyeluruh alias bertahap. Itu terjadi karena tidak dianggarkannya dana untuk pembelian komputer pada anggaran tahun 2018 ini.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengaku kecewa akan hal tersebut. “Memang kesalahan saya. Waktu itu dikirain sudah dianggarkan tapi ternyata tidak oleh Disdiknya. Makanya saya meminta bantuan ke pusat tetapi sampai sekarang belum juga turun,” kata Rudy Gunawan.

Ia menuturkan, meskipun sebagian anggaran tersedot untuk penyelenggaraan Pilkada, tetapi bisa saja dana dianggarkan untuk penyediaan komputer karena merupakan prioritas. Tahun ini, kata Rudy, Kabupaten Garut megeluarkan dana sekitar Rp 85 miliar lebih untuk Pilkada, termasuk untuk pengamanan, Panwaslu, dan lain lain.

Baca Juga:  Di Hari Guru 2017, SMAN 18 Garut Kembali Raih Prestasi Gemilang

“Untuk pengadaan komputer sudah dianggarkan, tetapi setelah dicek tidak ada. Saya juga heran, kenapa ini bisa terjadi. Biarlah saya yang salah,” ujar Rudy Gunawan.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Totong mengatakan, pelaksanaan UNBK tingkat SMP tahun 2018 di Kabupaten Garut dipastikan belum bisa terlaksana secara menyeluruh dan tentunya akan bertahap.

Kendalanya adalah ketersediaan penunjang komputer yang terbatas. Kendala lainnya, adalah akses jaringan, dan juga kesiapan sumber daya manusia (SDM). Namun, Totong menegaskan UNBK SMP di Garut tahun 2018 ini ada peningkatan.

“Pada tahun 2017 lalu UNBK hanya diikuti sekitar 3 persen. Tetapi sekarang tahun 2018 ini menjadi 14 persen dari jumlah siswa yang ikut UNBK sebanyak 7 ribuan dari 71 ribu siswa yang tersebar di 374 SMP/MTS,” kata Totong.

Baca Juga:  116 Kasus Penyakit Difteri Terjadi di Jabar, di Garut 11 Kasus

Ia menuturkan, memang semula Pemkab Garut berencana membeli komputer untuk membantu pelaksanaan UNBK di SMP. Namun, rencana itu batal karena anggaran tahun ini banyak terserap untuk keperluan Pilkada.

Sementara usulan bantuan komputer yang diajukan Pemkab Garut kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun belum mendapat respon.

“Diperlukan 10.000 komputer agar semua SMP bisa melaksanakan UNKB. Ke Kemendikbud sudah diusulkan bantuan komputer, tapi belum ada perkembangan. Termasuk ke Pemprov Jabar belum ada tanggapan,” kata Totong. (Dindin Herdiana)

Ditandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda