Sejumlah Turis Kecewa dengan Kondisi Pasar Pasar Wisata Samarang

GosipGarut.com — Sejumlah turis (wisatawan) dari Bandung yang berkunjung ke kawasan wisata Darajat dan mampir di Pasar Wisata Samarang, Kabupaten Garut, mengaku kecewa. Pasalnya, kondisi di pasar megah dua lantai itu tak ubahnya pasar tradisional biasa, kotor dan semrawut. Padahal, harapan Pemkab Garut waktu merevitalisasi pasar tersebut pun, bahwa Pasar Samarang akan dijadikan destinasi wisata baru.

“Betul, belum lama ini ada rombongan wisatawan Bandung yang berkunjung ke kawasan Darajat mengeluh dan kecewa saat singgah di Pasar Wisata Samarang. Kedatangan mereka ke sana maksudnya hendak mencari cenderamata atau oleh-oleh. Namun ternyata, ketika naik ke lantai atas, yang ada hanya tumpukan sayuran dan tolombong. Kondisinya semrawut lagi,” terang Humas Ikatan Travel Garut (ITGA), Andri Rahmadani.

Baca Juga:  Terpincut Edelweis dan 1001 Wajah Papandayan Garut

Menurut dia, jika kondisinya begitu, harapan besar agar pasar tradisional Samarang bisa menjadi pasar wisata, nyatanya tak dapat menjaring banyak wisatawan untuk berkunjung ke pasar yang dibangun menghabiskan dana APBD Garut sebesar Rp 27 miliar lebih itu. Yang terjadi justru kapok mengunjunginya.

“Melihat megahnya Pasar Wisata Samarang, yang terlintas di dalam benak wisatawan, pasti di dalamnya terdapat sejumlah produk khas Garut, khususnya Samarang, yang dijual di sana. Makanya mereka ingin singgah ke pasar itu untuk menikmati produk khas tersebut atau membawanya pulang sebagai cendera mata,” kata Andri.

Ia menambahkan, Samarang itu terkenal dengan produk akar wangi. Setidaknya, di Pasar Wisata Samarang ada produk kerajinan akar wangi yang bisa dibeli wisatawan. Sementara yang ada di sana hanya produk-produk pasar tradisional biasa. “Tentu wisatawan kecewa. Kalau untuk membeli produk pasar tradisional, mengapa harus singgah ke Pasar Wisata Samarang segala, toh di pasar biasa juga banyak,” ujar Andri.

Baca Juga:  Pasien Difteri di Garut Bertambah, Ditangani di Ruang Khusus RSUD

Menurut dia, dengan kekecewaan wisatawan itu, pihak travel pun merasa malu dan jadi bingung harus menjawab apa jika ada wisatawan yang bertanya soal keistimewaan yang dimiliki Pasar Wisata Samarang. “Wisatawan yang pulang dari kawasan Darajat, umumnya bertanya soal keberadaan dan keistimewaan pasar itu. Karena kondisi Pasar Wisata Samarang seperti tadi, akhirnya tidak banyak informasi yang bisa diberikan agar para wisatawan merasa tertarik untuk singgah ke sana,” ujar Andri. (Jhon Dayat)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda