Pembuatan Dorokdok Garut yang Renyah Ternyata Butuh Waktu Lama

SALAH satu makanan khas yang unik dan menarik di Kabupaten Garut adalah kerupuk kulit dorokdok, jenis makanan yang berbahan dasar kulit kerbau. Cara pembuatannya pun ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Proses pembuatan kerupuk renyah ini melewati beberapa tahap dan memerlukan waktu berhari-hari, serta sangat bergantung pada cuaca.

Tahapan pembuatan kerupuk kulit dorokdok diawali dengan pemilihan kulit mentah, yang berasal dari kerbau berusia muda. Alasannya, selain lebih mudah dalam pengolahannya, rasa kerupuk kulit yang akan didapat pun lebih enak. Kulit mentah pertama-tama ditaburi garam dan didiamkan selama satu atau dua hari.

Selanjutnya kulit kerbau yang sudah digarami dibilas sampai bersih, hingga rasa kulit mentah menjadi tawar. Kulit mentah kemudian ditiriskan hingga kering. Proses selanjutnya, bulu-bulu yang menempel pada kulit dibersihkan dengan cara dibakar.

Baca Juga:  Brownies Balok dari Garut yang Terasa Lumer di Lidah

Setelah bersih dari bulu-bulu, kulit kembali direndam selama satu malam. Proses selanjutnya, kulit direbus hingga setengah matang sambil diberikan bumbu dan rempah-rempah, serta gula merah sesuai takaran. Setelah itu, kulit mentah dipotong-potong menjadi ukuran kecil dan dijemur hingga kering.

Setelah benar-benar kering, barulah kerupuk kulit bisa digoreng. Bila kulit kerbau benar-benar kering, hasil yang akan didapatpun maksimal. Kerupuk bisa mengembang.

Salah satu pengrajin kerupuk kulit dorokdok Aep Sudrajat mengatakan, permintaan dorokdok terus meningkat. Selain memasok di sejumlah toko oleh-oleh di Kabupaten Garut, kerupuk kulit hasil produksinya telah menembus pasar di luar Pulau Jawa.

Aep juga mengaku kadang kewalahan memenuhi pesanan dari pelanggannya. Hal tersebut terjadi karena terkadang bahan baku berupa kulit kerbau sulit didapat.

Baca Juga:  Colenak: "Beuleum Peuyeum Digulaan", So Pasti Dicocol Enak

Untuk itulah, ia terpaksa mendatangkan kulit mentah kerbau dari Kalimantan. Bahkan, hingga Malaysia dan Jerman. Kendati demikian, ia mengaku bersyukur karena bidang usaha yang digelutinya tersebut cukup menjanjikan.

Menurut Aep, jika peruntungannya sedang baik, dalam seminggu ia mengaku omzet penjualannya mencapai Rp 100 juta. Namun jika sedang sepi, omzetnya berkisar antara Rp 20 hingga Rp 25 juta saja.

Kerupuk kulit dorokdok bisa didapat di sejumlah sentra penjualan oleh-oleh di Garut. Menurut seorang pembeli, Beni, kerupuk kulit dorokdok memiliki rasa yang khas dan enak dimakan bersama makanan berkuah, seperti soto atau bakso.

Menurut Hepi, salah satu penjual oleh-oleh khas Garut di Kawasan Tarogong, selain dodol, kerupuk kulit dorokdok seringkali dipilih para pembeli untuk dijadikan oleh-oleh. Harga yang ditawarkan kerupuk kulit ini berkisar antara Rp 3 ribu hingga Rp 25 ribu, tergantung ukuran kemasan. ***

Ditandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda