Bangga, Sri Wahyuni Raih Mojang Calakan Garut 2017

MENGIKUTI ajang pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Garut adalah cita-citanya sejak masih berada di bangku SMP. Maka, suatu hal yang membanggakan jika kemudian cita-citanya terwujud.

Memang, gadis kelahiran Garut 5 Maret 1996 ini sangat mengidam-idamkan untuk mengikuti ajang pencarian mojang dan jajaka (Moka) di Kabupaten Garut. Saking besarnya obsesi dia pada pasanggiri tersebut, sejak SMP pemilik tinggi 163 cm ini selalu mengikuti perlombaan perlombaan untuk mengumpulkan pengalaman.

“Tidak lain niatnya agar jika saya suatu saat bisa masuk dan lolos audisi saya sudah siap dan memiliki pengalaman yang cukup,” ujar mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Garut ini.

Peraih ranking tertinggi di audisi tersebut senang, terharu dan bersyukur, karena penantiannya dari SMP memgantarkannhya menjadi bagian dari 14 pasang mojang jajaka 2017 sebagai finalis.

Baca Juga:  Gempa Tasikmalaya, 14 Rumah Rusak di Garut dan Seorang Meninggal Dunia

Malam pertama unjuk kabisa tiba, Sabtu (09/10/2017), alumni SMAN 4 Garut ini membawakan tarian jaipong “Sancang Gugat”. Saat itu dirinya berdandan sedemikian rupa dengan menggunakan kostum dan dandanan yang berkarakter tegas,marah dan menakutkan.

Malam kedua, malam yang menjadi sejarah bagi sri. Di malam grand final itu, alumni SMPN 1 Cikajang ini adalah patandang nomor 4, menggunakan kebaya merah berpasangan dengan Salawat Fatih (terpilih menjadi jajaka pinilih 2017).

“Saat itu saya masih tidak menyangka dan terus mengucap syukur bisa berdiri di panggung megah ini, Ya Allah, akhirnya, alhamdulillah. Hanya itu yang saya terus ucapkan,” terang Sri.

Ia angat ingat sekali, ketika mendengar teriakan menyebut nama dirinya dari para pendukung setianya. Mereka membawa spanduk bertuliskan “SRI WAHYUNI – MD04. WE BELIEVE YOU CAN DO IT”, dan tersemat foto Sri di spanduk itu. “Terharu sekali,” ujar gadis dari tiga bersaudara ini.

Baca Juga:  Imunisasi Difteri Satu Juta Warga, Garut Masih Tunggu Kiriman Logistik

Ketika MC menyebutkan “Mojang Calakan 2017 jatuh kepada Sri wahyuni”, percaya tidak percaya Sri maju kedepan, terharu, dan bangga. Namun sedikit rasa kecewa karena dirinya tidak bisa mendapatkan gelar pinilih untuk membawa Garut menuju Jabar.

“Saya tetap merasa bangga dapat menyandang gelar ini. Mojang berwawasan luas dan intelegensia yang tinggi. Semoga dengan gelar yang saya sandang ini menjadikan motivasi tinggi untuk saya belajar lebih dan lebih mencari wawasan baru agar saya lebih pantas menjandang gelar ini,” pungkas penerima beasiswa di kampusnya ini. (Yuyus YS)

Ditandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda