Suport Macan PP Garut Punya Andil Besar Kalahkan UNI 1:0

KEHADIRAN penonton, khususnya penonton atau supporter wanita, menjadi penyemangat tersendiri bagi para pemain sepakbola yang tengah berlaga di lapangan hijau. Persib Bandung memiliki Ladies, Arema FC dengan Aremanita-nya,  Persija dengan Jack Angel-nya, dan yang lainnya. Boleh jadi kehadiran supporter kaum hawa ini sangat berpengaruh terhadap hasil akhir pertandingan.

Jika klub klub peserta Liga 1, punya fans setia wanita dengan sebutan yang berbeda-beda,  maka Sekolah Sepak Bola Pamong Praja (PP) Kabupaten Garut pun tak mau ketinggalan. Macan PP adalah sebutan untuk supporter setia SSB PP, mereka adalah orangtua murid SSB yang tergabung dalam komunitas mamah cantik (macan) Pamong Praja.

Macan PP tak pernah absen di setiap pertandingan. Apalagi jika anak-anaknya tengah bertarung dajang kompetisi, atau turnamen, sekalipun harus pergi jauh dari Garut.Tak heran jika di dalam lapangan bising dengan teriakan dan tawa ibu-ibu yang memberikan support untuk anak anaknya yang tengah berlaga.

Baca Juga:  Kawasan Situs Purbakala di Bungbulang Luasnya Capai 24.000 Ha?

Hal ini dipercaya sebagai faktor non teknis yang sangat berpengaruh terhadap permainan anak-anak. “Pokoknya buat saya kemana pun anak saya bertanding, selalu saya ikuti,  biar anak saya lebih semangat, ” ujar Mamah Faisal, sesaat sebelum bertolak menuju Kota Bandung, bersama Macan PP lainya guna menyaksikan anak-anak PP yang akan bertarung di Liga Progresif di pekan ke 8 melawan SSB UNI, Minggu (12/11/2017).

Begitupun dengan Mamah Rasyano. Wanita berjilbab ini rela menyetir sendiri kendaraannya agar bisa bergabung dengan Macan PP lainnya. “Bagaimana caranya bisa sampai di lapang pertandingan,  kalaupun harus nyetir sendiri,  nggak masalah untuk support anak-anak,” tandasnya.

Macan PP  telah mengikuti kegiatan SSB PP ke berbagai daerah di Jawa Barat. Menurut Dini Nurjani,  atau Mamah Daffa,  yang dianggap Ketua Macan PP, kebersamaan orangtua menjadi hal penting untuk mendorong anak-anak berprestasi di bidang sepak bola. “Kebersamaan lebih dari sekedar rame-rame nonton anak bermain bola.  Tapi yang paling penting kebersamaan untuk memotivasi anak berprestasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Unik, Peringatan Hari Pahlawan Diisi Pagelaran Seni dan Baca Puisi

Terbukti pada hari itu anak-anak PP mampu mengalahkan tim besar UNI dari Kota Bandung, dengan angka 1-0. “Ini buktinya, walaupun anak kita fosturnya jauh lebih kecil dari lawan yang juga punya nama besar, tapi bisa dikalahkan oleh tim kita yang dari daerah,” ujar Dini. (Yuyus YS)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda